Selasa, 15 Maret 2011

Obati Gangguan Jantung Sejak Dini


Wanita punya beberapa keuntungan dalam menjaga kelenturan pembuluh darah, karena dengan adanya hormon estrogen yang dapat mengurangi terjadinya penyempitan pembuluh darah. Estrogen dapat juga meningkatkan kadar low density lipoprotein (LDL), sehingga kadar kolesterol dalam darah itu rendah. Namun bagi wanita yang sudah menopause, kadar hormon estrogennya akan semakin berkurang, sehingga peluang untuk mendapat gangguan pembuluh darah pun menjadi sama dengan pria.

Menghindari atau penanganan penyebab penyakit jantung koroner
Salah satu tindakan penting untuk menghindari terjadinya penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah adalah dengan deteksi dini. Dengan deteksi dini dapat diketahui penyumbatan yang lebih awal, sehingga bila ada sumbatan kecil masih bisa diatasi dengan obat-obatan.

Kalau penyumbatan yang terjadi disertai dengan pengapuran, maka penanganannya juga akan lebih sulit dan membutuhkan biaya lebih besar. Penyempitan yang masih belum mengeras, bisa diatasi dengan balonisasi, walaupun hampir 30% bisa terjadi penyempitan kembali dalam waktu satu tahun.

Biaya balonisasi itu mahal, harga satu balon bisa mencapai dua juta rupiah dan bisa saja digunakan lebih dari satu balon. Biaya yang dibutuhkan akan lebih besar lagi kalau sudah terjadi pengapuran yang tidak bisa diatasi dengan balonisasi, hanya dengan operasi.

Frans Santosa mengatakan, pemeriksaan dini pembuluh darah leher (karotis) yang mudah dilakukan, bisa menjadi indikasi ada tidaknya penyempitan dalam pembuluh darah lain. Bila ditemukan ada gangguan pada pembuluh darah leher, harus lebih berhati-hati lagi dan yang lebih penting lagi menghindari faktor pemicu seperti yang telah di jelaskan di atas tadi, serta melakukan pengobatan. "Pemeriksaan dini ini sudah bisa dilakukan di Rumah Sakit Jantung yang sudah ahli.

Memang, terkadang masih banyak yang membiarkan keluhan sakit dada, karena sakitnya itu terkadang timbul tenggelam, sehingga tidak mengherankan ditemukan dalam kondisi lanjut. Dalam kondisi ini irama jantung biasanya sudah tidak ritmis lagi, karena aliran listrik jantung telah mengalami gangguan.

Kasus kematian setelah berolahraga, tak jarang ditemukan baik di negara-negara maju maupun berkembang. Negara yang untuk bidang kedokterannya sudah berkembang seperti Amerika saja sering kecolongan. Hampir 50% dari 638.472 penderita jantung meninggal sewaktu mereka berolahraga atau pesta.(Penggunaan Home Formula sebagai Obat Jantung disarankan untuk menormalkan listrik dan energi pada organ jantung )
Di kutip dari
Majalah Panasea. (Dr Sjukri Karim & DR. dr. Frans Santosa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar