Rabu, 25 April 2012

Penyakit Jantung Hipertensif


Penyakit jantung hipertensif

Sampai saat ini prevalensi hipertensi di Indonesia berkisar antara 5-10% sedangkan tercatat pada tahun 1978 proporsi penyakit jantung hipertensif sekitar 14,3% dan meningkat menjadi sekitar 39% pada tahun 1985 sebagai penyebab penyakit jantung di Indonesia. Sebanyak 85-90% hipertensi tidak diketahui penyababnya (hipertensi primer/hipertensi idiopatik/hipertensi esensial) dan hanya sebagian kecil yang dapat ditetapkan penyebabnya (hipertensi sekunder).

Penyakit jantung hipertensif merujuk kepada suatu keadaan yang disebabkan oleh peningkatan tekanan darah (hipertensi). Hipertensi yang berkepanjangan dan tidak terkendali dapat mengubah struktur miokard, pembuluh darah dan sistem konduksi jantung. Perubahan-perubahan ini dapat mengakibatkan hipertrofi ventrikel kiri, penyakit arteri koroner, gangguan sistem konduksi, disfungsi sistolik dan diastolik miokard yang nantinya bermanifestasi klinis sebagai angina (nyeri dada), infark miokard, aritmia jantung (terutama fibrilasi atrium) dan gagal jantung kongestif.

Beberapa istilah yang berkaitan dengan penyakit jantung hipertensif yaitu:
-          Disfungsi sistolik, yaitu disfungsi/gangguan kontraksi sistolik atau pengosongan ventrikel, sehingga menurunkan fraksi ejeksi (jumlah darah yang dipompakan setiap denyutan kurang dari 45%) dan output jantung yang tidak adekuat. Pengosongan yang tidak maksimal akan meningkatkan tekanan end diastolic (volume diastolik akhir) di ventrikel dan darah dapat memenuhi atrium bahkan menyebabkan edema paru perifer.
-          Disfungsi diastolik, yaitu disfungsi/gangguan relaksasi diastolik atau pengisian ventrikel, biasanya dikaitkan dengan kekakuan dinding ventrikel/cardiac remodelling. Akibatnya pengisian diastolik menjadi tidak optimal dan volume sekuncup yang tidak adekuat. Dapat mengakibatkan disfungsi sistolik.
-          Tekanan afterload, yaitu tekanan yang dihasilkan oleh ventrikel pada saat memompakan darah.
-          Tekanan preload, yaitu tekanan yang dihasilkan oleh ventrikel pada saat pengisian.
-          Gagal jantung terkompensasi, yaitu gagal jantung yang terkompensasi dengan peningkatan stimulus simpatis jantung, peningkatan volume diastolik akhir serta hipertrofik ventrikel. Tidak ditemukan edema paru. Pasien dapat dibantu dengan pemberian obat-obatan seperti diuretik, ACE inhibitor dll.
-          Gagal jantung dekompensasi, disebut juga gagal jantung kongestif, merupakan gagal jantung di mana terjadi gangguan fungsi pemompaan dan retensi air dan garam yang abnormal. Gagal jantung dekompensasi mengakibatkan penurunan output dan suplai darah ke seluruh tubuh yang tidak adekuat serta peningkatan volume darah di sistem sirkulasi yang mengakibatkan edema.

OBAT JANTUNG 
Formula bunga =Flower Formula=Resep Bunga-Bunga (HF) dibuat berdasarkan penelitian ilmiah oleh Institusi PHYTOBIOPHYSICS selama lebih dari 25 tahun yang dirintis oleh Profesor DR. Dame Diana Mossop dari Inggris.

Produk  FORMULA BUNGA (HF) terbuat dari saripati bunga-bunga dengan berbagai warna tertentu yang mengandung energi  oleh sebab itu HF dikatakan obat energi.  Formula Bunga (HF) bekerja dengan cara menyeimbangkan energi dalam tubuh manusia dan menghilangkan hambatan -hambatan energi dalam tubuh sehingga akan timbul pemulihan secara menyeluruh baik fisik,emosi, mental maupun spiritual.

PROSES PEMBUATAN
Produk Flower Formula atau  Formula Bunga (HF) dibuat dengan pengawasan yang sangat ketat dari GMP Laboratory Inggris. (GMP = Good Manufactuting Practice = Standar Produksi untuk proses dan produk
Produk sari pati bunga-bunga dibuat dari sumber larutan bunga-bunga atau tumbuh-tumbuhan yang tidak mengandung bahan-bahan kimia sintetis,tidak mengandung pengawet,pewarna atau zat-zat tambahan lainnya.

Formula Bunga (HF) terbuat dari Sari pati bunga-bungaan berbentuk larutan (tincture) yang mengandung fibrasi/panjang gelombang/energi yang diteteskan pada tablet plasebo (tablet kosong) yang terbuat dari bahan gula sukrosa/gula jagung. Energi HF dapat diukur dengan menggunakan alat GALVANOMETER. Satuan ukuran yang digunakan adalah NANOMETER (nm) yaitu ukuran panjang gelombang yang dihasilkan oleh getaran energi yang terkandung dalam masing-masing  Formula Bunga (HF).
Formula Bunga nomor 8, 9, 11,13 dan 18 bekerja sebagai Obat Jantung alami, tanpa efek samping. 
  • HF 8 adalah obat jantung yang bekerja pada sistem medulla oblongata yang berkaitan dengan pengendalian denyut nadi, pernafasan, kesadaran dan psikologis. 
  • HF 9 adalah  Obat Jantung yang mengendalikan dan menormalkan sistem hormon Tiroid dan ParaTiroid.
  • HF 11 adalah  Obat Jantung yang bekerja pada sistem kelistrikan/elektrik organ jantung. 
  • HF 13 adalah  Obat Jantung yang bekerja pada organ ginjal dan anak ginjal (kelenjar Adrenal) yang mengendalikan sistem adrenalin. 
  • HF 18 adalah  Obat Jantung yang bekerja pada sistem sirkulasi darah pembuluh arteri maupun pembuluh vena. Kombinasi semua HF ini bekerja secara sinergis dan menyeluruh untuk menormalkan gangguan pada Jantung dan penyakit jantung. Untuk pengobatan penyakit jantung, Konsumsilah Obat Jantung berupa Kombinasi HF ini selama  3 bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar